
TULANG BAWANG BARAT - Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 28 Universitas Muhammadiyah Metro melaksanakan program utama berupa penyediaan fasilitas tempat sampah pemilah organik dan non-organik di Tiyuh Mekar Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kegiatan bidang lingkungan ini dilaksanakan pada Selasa, 28 Juli 2026, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Imam Samsudin, S.Kom., M.Eng.
Tim KKN 28 yang diperkuat oleh Arifandi Yudhatama dari Program Studi Teknik Mesin bersama anggota mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UM Metro menggagas program ini setelah melakukan observasi lapangan. Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa area Balai Tiyuh dan sekitarnya belum memiliki fasilitas tempat sampah terpisah, sehingga sampah rumah tangga maupun sampah kegiatan warga masih bercampur.
Proses pembuatan kotak sampah dimulai dari tahap identifikasi titik lokasi strategis, koordinasi dengan perangkat Tiyuh, hingga penyiapan bahan berupa usuk kayu, ember, serta cat penanda berwarna hijau (organik) dan kuning (non-organik). Arifandi Yudhatama beserta anggota kelompok merakit konstruksi kayu, melakukan pengecatan, dan menempelkan label petunjuk agar memudahkan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.
Hasilnya, sebanyak lima unit kotak sampah berhasil dirakit dan ditempatkan di titik publik yang mudah diakses warga. Jumlah ini berhasil melampaui target indikator keberhasilan program yang semula direncanakan minimal satu unit.

Fasilitas baru ini diserahterimakan langsung kepada Kepala Tiyuh Mekar Asri, Bapak Prabumi Restu Aji, dan disambut antusias oleh warga setempat yang mendambakan sarana pengelolaan sampah yang representatif.
Dilengkapi dengan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Melalui Ecoprint
Tak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, kelompok KKN 28 UM Metro juga melengkapi masa pengabdian mereka dengan menyelenggarakan pelatihan ecoprint bagi ibu-ibu PKK Tiyuh Mekar Asri pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Balai Tiyuh.
Kegiatan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal ini dibuka oleh Koordinator Kelompok, Ferry Setiawan, bersama DPL Imam Samsudin, S.Kom., M.Eng. Ferry menuturkan bahwa pelatihan ini bertujuan memanfaatkan dedaunan alami di sekitar permukiman menjadi produk kerajinan bernilai jual.
"Ecoprint ini sederhana, bahannya dari daun-daun di sekitar rumah, tapi kalau ditekuni bisa jadi produk kerajinan yang punya nilai jual," jelasnya.

Para peserta diajarkan tahapan membuat ecoprint, mulai dari memilih jenis daun, menerapkan teknik pounding (memukul daun pada kain agar warna alami menempel), hingga mengunci warna dengan larutan tawas pada media kain dan totebag. Perwakilan kader PKK menyampaikan apresiasinya dan berharap keterampilan ini dapat terus dikembangkan menjadi usaha kerajinan rumahan.

Melalui integrasi program penyediaan kotak sampah pemilah dan pelatihan ecoprint ini, mahasiswa KKN Kelompok 28 UM Metro berharap dapat menciptakan lingkungan Tiyuh Mekar Asri yang lebih bersih, tertata, sekaligus menumbuhkan peluang ekonomi kreatif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
