
RIAU – Dosen Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik (FT), Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), menghadiri kegiatan Badan Kerja Sama Teknik Mesin (BKSTM) Indonesia ke-24 yang diselenggarakan di Universitas Riau pada 14 Oktober 2026. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik, meningkatkan kolaborasi antarp perguruan tinggi, serta mendorong pengembangan pendidikan teknik mesin di Indonesia.
Pertemuan BKSTM merupakan momentum strategis bagi perguruan tinggi penyelenggara pendidikan teknik mesin untuk memperluas komunikasi, bertukar gagasan, dan membangun sinergi dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di tengah pesatnya transformasi industri, kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi menjadi salah satu kunci dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.
Kehadiran dosen Teknik Mesin UM Metro dalam kegiatan yang berlangsung di Universitas Riau tersebut juga mencerminkan komitmen Fakultas Teknik UM Metro untuk terus mengambil bagian dalam pengembangan pendidikan tinggi teknik mesin. Melalui forum kerja sama nasional, perguruan tinggi memiliki ruang untuk memperkuat pertukaran informasi, berbagi pengalaman akademik, serta membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain memperluas jejaring profesional, partisipasi dalam kegiatan BKSTM diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi pengembangan Program Studi Teknik Mesin UM Metro. Berbagai perkembangan dan praktik akademik yang diperoleh melalui forum tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat kompetensi dosen, serta mengembangkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Melalui keikutsertaan dalam BKSTM Indonesia ke-24, Program Studi Teknik Mesin UM Metro diharapkan semakin memperluas kontribusi dalam membangun pendidikan teknik mesin yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Langkah ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu pendidikan berkualitas, serta SDGs tujuan ke-9, yakni industri, inovasi, dan infrastruktur.
Partisipasi tersebut menegaskan bahwa pengembangan pendidikan teknik mesin tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, dunia industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul bagi masa
