
METRO - Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan kompetensi mahasiswa terus diperkuat Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik (FT), Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro). Kali ini, Prodi Teknik Mesin FT UM Metro terpilih sebagai salah satu penerima bantuan 1 unit engine cutting dari Badan Kerja Sama Teknik Mesin (BKS-TM) yang bekerja sama dengan BKM Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan PT Astra Honda Motor (AHM).
Bantuan peralatan laboratorium ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan perkembangan teknologi otomotif. Kehadiran engine cutting diharapkan dapat memperkaya fasilitas laboratorium sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari komponen dan mekanisme kerja mesin secara lebih konkret, sistematis, dan aplikatif.

Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif, penguasaan teori saja tidak cukup. Mahasiswa teknik mesin perlu memiliki keterampilan teknis, kemampuan analisis, serta pengalaman praktik yang sesuai dengan kebutuhan industri. Karena itu, dukungan fasilitas pembelajaran menjadi salah satu faktor penting dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Terpilihnya Prodi Teknik Mesin FT UM Metro sebagai penerima bantuan ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan dunia industri dalam membangun pendidikan teknik yang berkualitas. Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyaluran peralatan, tetapi berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan yang mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa dan penguatan kualitas pembelajaran.
Pemanfaatan engine cutting secara optimal diharapkan mampu menunjang kegiatan praktikum, demonstrasi teknis, serta pengembangan keterampilan mahasiswa dalam memahami sistem kerja mesin. Dengan demikian, laboratorium tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga menjadi tempat mahasiswa mengasah kemampuan untuk menjawab kebutuhan industri otomotif yang terus berkembang.
Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan sarana pembelajaran, serta SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui sinergi pendidikan tinggi dan dunia industri.
Bagi Teknik Mesin FT UM Metro, bantuan ini bukan sekadar tambahan alat laboratorium, melainkan peluang untuk memperkuat pembelajaran yang lebih aplikatif, meningkatkan daya saing lulusan, dan membangun jembatan yang semakin kokoh antara kampus dan industri.
